Senin, 05 April 2010

Metode Ilmiah

sumber : dewi.students-blog.undip.ac.id
Metode ilmiah merupakan suatu prosedur yang mencakup berbagai tindakan pikiran, pola kerja, cara teknis, dan tata langkah untuk memperoleh pengetahuan baru/ pengembangan pengetahuan yang telah ada. Metode berasal dari bahasa Yunani, Meta yang berarti sesudah dan hodos yang berarti jalan. Metode adalah langkah-langkah yang diambil menurut urutan tertentu, untuk mencapai pengetahuan yang benar, yaitu sesuatu tatacara, teknik, atau jalan yang telah dirancang dan dipakai dalam proses memperoleh pengetahuan jenis apapun, baik pengetahaun humanistik,dan historis, ataupun pengetahuan filsafat dan ilmiah (Bakker, 1988). Van Melsen(1986) mengemukakan bahwa setiap ilmu mempunyai metode berlainan untuk menyelidiki, melukiskan, mengerti realitas.
Corak-corak metodologis yang dikembangkan menyebabkan ilmu pengetahuan bersifat positivistik (bebas dari pikiran etis), deterministik (berdasarkan pada hukum-hukum kausalitas), evolusionistik (melihat sejarah sebagai dasar menentukan objek yang diteliti), sehingga segala sesuatu harus dijelaskan dengan metode kuantitatif dan eksperimental melalui observasi (Brouwer, 1984)
Ilmu-ilmu kealaman pada umumnya menggunakan metode siklus-empirik dan objektivitasnya diuji secara empiris-eksperimental. Imu-ilmu sosial dan humanistik pada umumnya menggunakan metode linier dan analisisnya dimaksudkan menemukan arti, nilai, dan tujuan. Pada tahapan siklus-empirik terdapat lima tahapan, antara lain: observasi, induksi, deduksi, eksperimen, dan evaluasi. Kegiatan dalam observasi ini adalah objeknya diselidiki, dikumpulkan, diidentifikasi, didaftar, dan di klarifikasikan secara ilmiah, kemudian dicari hubungan dalam kerangka ilmiah. Langkah kedua, observasi disimpulkan disimpulkan dalam suatu pernyataan yang lebih umum (induksi). Langkah ketiga adalah data-data empirik diolah lebih lanjut dalam suatu sistem pernyataan yang runtut (deduksi). Langkah keempat, observasi eksperimental, yaitu pernyataan yang telah dijabarkan secara deduktif diuji dengan melakukan verifikasi/ klarifikasi secara empirik. Verifikasi merupakan tahapan untuk mengukuhkan atau menggugurkan pernyataan-pernyataan rasional hasil dari deduksi-deduksi logis.
Pengalaman epistemologis di sini adalah meningkatkan daya kritis dan ketajaman dalam menangkap sebuah masalah beserta cara-cara pemecahan sehingga mempermudah dalam mengatasi persoalan yang semakin kompleks, selain itu meningkatkan kemampuan antisipatif yang tinggi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar